Ahok Cepat “Panas” Seperti Handphone Buatan Cina

Posted on

Tak ada yang tidak tahu siapa Ahok dengan sifat pemarahnya itu. Karena suka marah-lah Ahok di jadikan objek media dan di kapitalisasi. Selain karena memang ada juga media yang berusaha memoles citra Ahok tuk maju jadi Capres 2019 nanti. Silahkan simak tulisan Faisal Assegaf ini.  (Baca, Ahok dan Jokowi dalam Rekayasa Kompas)

Indonesia yang kini di banjiri Handphone (HP) Cina membuat pribumi terpaksa membeli dan memakainya, walau tak sedikit yang kecewa. Di banding buatan Jepang atau Amerika, Handphone buatan cina punya banyak kelemahan. Pantaslah – mungkin – harga murah memang tak bisa berbohong. Karena terpaksa banyak pribumi gunakan HP buatan Cina yang terkenal murahan itu.

Dari sekian banyak kelemahan HP buatan Cina adalah cepat panas. Pengalaman penulis pakai HP buatan cina, yakni cepat panas, sehingga begitu tak nyaman di gunakan dan ingin segera mengakhiri memakainya, tapi apa daya, mau beli merk iPhone belum kuasa secara ekonomi. Mau tak mau terus pakai HP buatan cina yang cepat panas itu.


Lalu, apa kesamaan HP buatan Cina dengan Ahok? 

Seperti sudah disinggung tadi, Ahok adalah manusia yang gampang marah (baca: panas). Tak terhitung jumlah dan tak terbilang angka berapa banyak kali sudah Ahok marah dan marah – marah terus. Media pun sebenarnya – mungkin – bosan beritakan tentang Ahok yang marah – marah terus itu, apalagi rakyat yang menyaksikannya. Sungguh semakin membosankan, bukan?

Yang membuat penulis tak habis pikir adalah, di depan nenek berkursi roda Ahok pun tega marah – marah sampai pukul mobil, wow! Tidakkah Ahok takut kuwalat? Bukan malah merendahkan suara di depan orang tua, tapi Ahok dengan gayanya meninggikan suara.

Tentu saja, marahnya Ahok adalah wujud emosinya yang memuncak dan tak bisa dikendalikan dengan baik. Adakah agama yang membolehkan penganutnya marah – marah? Hemat penulis sepertinya tidak. Lantaran marah adalah sikap negatif, bukan posistif, dan tak ada masalah yang bisa diselesaikan dengan marah- marah. Kalau nambah masalah iya. (Baca, Maafkan Saya, Ternyata Ahok Masalah Bagi Jakarta)

Bahkan ajaran agama Islam, jika seorang marah, maka dirinya sedang di kuasai setan. Islam melarang orang marah. Jangankan agama Islam, sila ke 2 Pancasila berbunyi : “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Beradabkah orang yang suka marah – marah? 100% jawabannya tidak.

Bukan berarti marah tidak boleh, tentu manusia bisa saja khilaf lalu panas dan jadi marah. Tapi yang dilakukan Ahok adalah sudah di lewat batas normal, terlalu sangat banyak marahnya. Tahukah Ahok beberapa penyakit mengancamnya jika lestarikan sikap marah?

Nah, HP buatan Cina tak begitu nyaman lama – lama di pegang karena cepat panas. Begitu pun Ahok tak enak lama – lama dilihat karena cepat panas (marah). Wajarlah jika sebagian rakyat DKI Jakarta hendak mencabut mandat Ahok sebagai Gubernur, karena prestasinya, lebih banyak marahnya.

Jika punya uang lebih, penulis akan ganti HP buatan Cina yang kini di gunakan. Apakah sama waktunya dengan pergantian Ahok? Semoga. [JK Sinaga]
 
 

Silahkan Berkomentar