Ahok dan Anjing

Posted on

Pasca Mendagri lakukan upaya mediasi tuk Ahok dan DPRD, muncul penyakit baru. Ada yang sebut Ahok “anjing” dan jadi perbicangan hangat di media sosial, khususnya.

Siapa orang yang sebut Ahok anjing memang belum diketahui pasti, cuma fitnah sudah mengarah kepada Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tak terima dengan fitnah itu, Tubagus Arif pun melaporkan si tukang fitnah ke Polisi. Kita tunggu apa kelanjutannya.

Kenapa harus ada tudingan Ahok dengan julukan anjing, apa tidak ada yang lain? Inilah yang sedikit menjadi pertanyaan penulis, sehingga hadirlah tulisan ini.

Anjing adalah binatang yang suka berteriak alias menggongong. Bahkan ada orang demi keamanan rumahnya rela pelihara anjing, lantaran efektif untuk menakut – nakuti orang yang mendekat (baca: maling).

Ya, anjing terkenal dengan bacotnya yang suka berteriak. Banyak orang takut dan menjadi risih dengan gonggongan anjing. Tapi tetap saja ada manfaat bagi sebagian orang.

Meski terkenal suka menggonggong, Ahok menyatakan “daging anjing enak” usai mendengar teriakan yang sebut dirinya anjing.  

“Ya kan dibilang saya nggak santun. Kan tadi aku sekilas dengar ada yang teriak ‘anjing’ gitu ya. Aku pengen balesin daging anjing enak,” ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta sambil meniru gaya tarzan, Kamis (5/3) seperti dilansir Merdeka.

Sebenarnya, Ahok tidak merasa keberatan disebut anjing jika baca berita di atas. Bahkan memberikan argumen yang membuatnya “nyaman” di teriakin anjing.

Betulkah Ahok nyaman di bilang anjing? Sepertinya tidak, pasalnya pendukungnya ramai membalas teriakan anjing dengan argumentasi serangan balik di media sosial, sampai – sampai tagar #SaveHajiLulung jadi trending topic dunia. Dan Ahok tak mendiamkan para pendukungnya bertingkah seperti itu. Ahok tak rela disebut anjing.

Menurut hemat penulis, disinilah beda Ahok dengan Risma Walikota Surabaya. Ketika dulu banyak masyarakat demo dan dukung Risma ketika konflik dengan sebagian orang – orang di DPRD, Risma meminta massa tuk bubarkan diri. Sedang Ahok, malah membiarkan massa pendukungnya, bahkan ada aksi foto – foto segala.

Kembali kemasalah anjing yang pada dasarnya – memang – setiap manusia tak terima disamakan dengan anjing. Kalau pun ada, mungkin orang yang sudah gila. Walau begitu, tak sedikit orang yang bisa di setarakan dengan anjing kok, mau tahu siapa orangnya?

“Kautahu, macan tetap ditakuti meski sedang diam, namun anjing akan dilempar jika terlalu banyak menggonggong,” itulah ungkapan syair dari Imam Syafi’i. [JK Sinaga]
 
 

Silahkan Berkomentar