Dulu Abraham Samad (Ketua KPK non Aktif) penah berjanji akan periksa Megawati terkait kasus Skandal korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Tapi Samad kalah cepat, ia telah jadi tersangka saat ini. Sementara penyelidikan BLBI di tangan Pimpinan KPK sekarang terancam di hentikan. 3 Plt KPK sementara tampaknya menjadi pihak yang senang melakukan hal tersebut. Sedang yang 2 lagi tidak punya semngat kearah sana.

Begitu juga dengan kasus Century yang semakin tak jelas ujungnya. Seperti disengaja mengambang tak tahu sampai kapan.

Kedua kasus kakap korupsi di atas telah memberikan efek negatif bagi ekonomi bangsa Indonesia. Kini rakyat Indonesia hingga tujuh turunan akan menanggung bebannya.

Laman Rmol mengabarkan, Yeni Sucipto selaku sekjen dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) dalam konferensi pers bertajuk ‘Presiden Wajib Tuntaskan Kejahatan Ekonomi : Korupsi BLBI dan Century’ di Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (1/3).

“Kasus ini masih menjadi beban negara, karena merugikan keuangan negara hingga Rp 5 ribu triliun dan merampas kesejahteraan selama tujuh turunan hingga 2043,” katanya.

Dampak lainnya juga, lanjut Yeni, terhadap defisit keuangan negara di mana setiap tahunnya semakin membesar hingga pemerintah ketergantungan utang luar negeri.

“Jika hal ini dibiarkan, maka akan dapat menyebabkan krisis keuangan dalam waktu dekat. Karena itu ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, jangan sampai kasus BLBI ini membuat negara defisit dan dapat menyebabkan krisis keuangan,” tandasnya seperti dilansir Rmol.

Berharap pemerintahan Jokowi dapat menuntaskan kedua kasus kakap yang mengambang tersebut. Namun rasanya, publik skeptis Jokowi berani melakukannya. Karena jika kasus tersebut di ungkap, sama saja Jokowi merongrong Megawati yang telah mengutuskannya jadi Presiden. Apa Jokowi berani di sebut “Malin Kundang?”

Lalu, bagaimana dengan kasus Century? Sama dan tak jauh berbeda, lantaran salah satu Plt KPK sementara adalah mantan pengacara kasus Century. Kalau sudah begini, apa yang bisa di lakukan rakyat? Tidak lain dan tidak bukan adalah menanggung beban hutang yang tujuh turunan tersebut. [sal]