Hadirnya kepemimpinan nasional Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak memberi harapan positif, justru makin menambah kegaduhan dan ancaman kebangkrutan nasional.

Berbagai pihak telah menyuarakan keprihatinan akibat makin terpuruknya situasi ekonomi, angka penggangguran yang membengkak, maraknya kasus korupsi serta realitas kemiskinan yang terus melilit kehidupan rakyat.

Dewan Pembina Yayasan Institute Bisnis Indonesia, Kwik Kian Gie mengatakan, Indonesia tengah memasuki situasi nasional yang serius.

Dalam seminar bertajuk: “Ironi Pembangunan Ekonomi Indonesia, Kesenjangan Sosial Melebar”, Kwik menegaskan, kesenjangan sosial di Indonesia sudah sangat berbahaya.

Kwik menggambarkan kesenjangan tersebut terlihat dari perbedaan yang mencolok antara kaum miskin dan kaya.

“Di Jakarta saja, begitu keluar dari Grand Indonesia yang begitu besar dan megah, akan terdapat lorong-lorong yang hanya bisa dimasuki oleh motor. Di kanan kirinya terdapat rumah-rumah sangat kecil yang pada saatnya menjadi mangsa penggusuran, karena letaknya yang sekarang menjadi strategis,” ungkap Kwik.

Ia menambahkan, “Kalau kita masuk ke dalam daerah-daerah yang dinamakan ‘kantong-kantong kemiskinan’, kemiskinannya sudah melampaui batas-batas kemanusiaan,” kata Kwik dalam sambutan kuncinya, Rabu (18/3).

Menurutnya ketimpangan sosial yang terjadi berlangsung dalam waktu yang lama dan terus meningkat tanpa adanya solusi konkret dari penguasa.

“Sektor-sektor strategis dan menumpuknya kekayaan hanya pada perusahaan asing atau oleh segelintir orang Indonesia saja, tanpa rakyat banyak menikmatinya,” ujar mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Keuangan, dan Industri. [Visibaru]
 
 

Advertisements