Semua pemimpin institusi bidang hukum berkumpul di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdijatno datang paling awal dengan menggunakan mobil dinasnya RI 15 tepat pukul 10.45 WIB.

Saat ditanya maksud kedatangannya, Tedjo enggan berkomentar banyak. “Hanya silaturahim dan ingin bertemu pimpinan baru KPK,” katanya saat tiba di gedung KPK, Senin (2/3). Politikus Nasdem itu pun bergegas memasuki lobi gedung.

Lima belas menit kemudian atau sekitar pukul 11.01 WIB, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly tiba di gedung lembaga antikorupsi tersebut. Senada dengan Tedjo, politikus PDIP itu mengaku kedatangannya hanya silaturahim di antara institusi-institusi yang berkaitan dengan hukum.

Yasonna membantah, berkumpulnya pemimpin-pemimpin institusi di bidang hukum ini membahas spesifik kasus tertentu. “Tidak membahas kasus istimewa, bagaimana membangun penegak-penegak hukum dalam sistem yang baik. Tidak seperti kemarin permainan smack down saling pukul, kali ini kita senergikan dengan baik,” ujarnya.

Tak berselang lama, Plt Kapolri Komjen Badrodin Haiti tiba. Tanpa berkomentar, calon kapolri ini langsung masuk menuju lobi gedung KPK. Jaksa Agung HM Prasetyo pun mengikuti beberapa menit setelah Badrodin. Prasetyo pun enggan berkomentar.

Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi mengatakan, kedatangan mereka untuk melakukan koordinasi antar lembaga, bukan untuk membahas kelanjutan kasus Komjen Budi Gunawan. “Bukan (bahas kasus BG), Membahas koordinasi saja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (3/2).

Dia menjelaskan, selama ini Plt Pimpinan KPK belum pernah bertemu sebelumnya dan ini merupakan kunjungan balasan dari Jaksa Agung dan Polri. “Kan belum pernah ketemu bersama sama (sejak Plt dilantik),” katanya. [Rol]
 
 

Advertisements