Awalnya Nasdem melalui kadernya di DPRD DKI Jakarta ikut menanda tangani hak angket terkait Ahok. Namun dengan bergulirnya waktu dan opini di media, Nasdem mencabut hak angket tersebut.

Rio Capella dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC), Selasa (3/3) menyebutkan alasan NasDem cabut hak angket yang mendapat sindiran Karni Ilyas, “Apa setelah mencabut hak Angket, Nasdem akan tanda tangan lagi,” sindirnya, Rio pun merasa tersudut dan diam. (Baca, Kebusukan Ahok terbongkar di acara ILC)

Sekedar di ketahui, Patrice Rio Capella adalah orang yang rela menyerahkan jabatan Ketua Umum Partai Nasdem kepada pendiri dan deklarator partai, Surya Paloh beberapa waktu lalu.

Dan, DPP Nasdem adalah pihak yang sudah lakukan intervensi atas pencabutan hak angket di DPRD Jakarta. Bagi kader yang menolak akan dapat sanksi.

Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?

5 anggota dewan (lihat gambar) dari Nasdem kini terancam eksistensinya. Mereka di nilai lebih patuh kepada partainya daripada aspirasi rakyat.

Atas kejadian tersebut, partai yang pengusung: Gerakan Perubahan itu banjir kritik dari media sosial. Salah satunya dari pemilik akun Faizal Muhammad menulis sebagai berikut:

MOHON MAAF, seiring Waktu, semoga RAKYAT semakin CERDAS MENILAI..
mana sesungguhnya WAKIL RAKYAT yang benar benar berani suarakan ASPIRASI bukan sekedar MANUT kepada PARTAINYA..,awal setuju HAK ANGKET, begitu Isntruski KETUM langsung berubah hehehehe grin 🙂
———————————–
Anggota DPRD DKI dari partai NASDEM jumlah 5 Orang yang Cabut HAK ANGKET… kenapa TAKUT ?? HAK ANGKET kan wajar, MENYELIDIKI siapa malingnya …kalo BERSIH kenapa mesti RISIH ??

Apa betul 5 anggota dewan Nasdem di DPRD Jakarta yang sekarang tak bakal terpilih lagi tuk 5 tahun kedepan? Biarlah sang waktu yang akan menjawabnya. Tapi minimal, mereka sudah mendapat peringatan dari sebagian rakyat saat ini. [sal]