Saatnya publik lebih jernih menilai. Karena dulu, jika ada orang yang kritik Jokowi, akan dihadiahi ejekan, olokan dan sebagainya oleh para pendukung dan relawan Jokowi. Kini, malah relawan Jokowi sendiri yang bukan hanya mengkritik, namun sampai menginjak – injak foto “yang mulia” Jokowi. Kalau bukan penghinaan, terus perlakuan seperti ini, apa namanya?

Dikutip dari Fastnews, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Mabes Polri segera mencopot Kapolda Papua, Irjen Yotje Mende, dan Kepala Kepolisian Resor Kota Jayapura, AKBP Jeremias Rontini yang bertanggungjawab atas insiden penyobekan dan aksi menginjak-injak foto Presiden.

“Jika Polri tidak bertindak cepat dan tegas, aksi penyobekan dan penginjak-injakan foto Presiden Jokowi akan kembali terulang. Padahal aksi itu melanggar UU, mengingat presiden adalah simbol negara dan melecehkan presiden adalah melecehkan negara,” ungkap Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane di Jakarta, Rabu (4/3) sembari menandaskan, kasus penyobekan dan menginjak-injak foto Presiden Jokowi baru pertama kali terjadi sejak eks Gubernur Jakarta itu dilantik menjadi presiden.

Kedua pejabat di Polda Papua itu dianggap tidak bersikap tegas menindaklanjuti kasus penyobekan dan aksi menginjak-injak foto Presiden Joko Widodo di Hotel Aston, Jayapura, saat bentrokan sesama relawan Jokowi di Konferensi Daerah (Konferda) I Bara JP Papua di Kota Jayapura, Sabtu lalu (28/2).

IPW lebih menyayangkan aksi pelecehan terhadap simbol negara itu terjadi di depan Wakil Direktur Intel Polda Papua AKBP, Alfred Papare. Aksi itu sepertinya dibiarkan para polisi yang berada di tempat kejadian. Bahkan, aksi pelecehan terhadap foto Presiden Jokowi baru berhenti setelah aparat TNI dari Kodam Cenderawasih turun tangan. Saat ini video kejadian itu masih berada di aparat TNI Kodam Cendrawasih.

Selain menyobek dan menginjak-injak foto Presiden Jokowi, massa sesama relawan Jokowi juga menganiaya peserta Konferda. Aksi penyerbuan itu melanggar Pasal 173 KUHP dan penganiayaan melanggar Pasal 351 ayat 2. “Kasus ini menjadi preseden buruk bagi Polri. IPW mendesak Mabes Polri segera mencopot Kapolres Jayapura AKBP Jeremias Rontini dan Kapolda Papua Irjen Yotje Mende. Selain itu Polri harus segera mengusut kasus penyobekan dan penginjak-injakan terhadap foto Presiden Jokowi. Selain menangkap pelakunya, Polri juga harus segera menangkap provokator yang membiayai aksi massa penyerbu,” kata Neta, demikian Fastnews melaporkan. [sal]

 
 

Advertisements