Kericuhan mewarnai penetapan Ketua DPC PDIP yang berlangsung di sebuah hotel di Cilegon, Banten, Jumat 6 Maret 2015. Itu terjadi karena salah satu kubu pendukung calon ketua menolak hasil konferensi.

Baku pukul antar kubu calon tak terhindarkan. Petugas keamanan partai kemudian menangkap dan mengusir keluar sejumlah pria yang diduga sebagai provokator.

Ketua DPP PDIP, Effendi Simbolon, mengatakan insiden itu merupakan bagian dari dinamika yang terjadi. Namun demikian, menurutnya secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik.

“Konfercab ini adalah kedaulatan dari pengurus anak cabang untuk memilih pemimpin cabang. Yang tadi anda lihat itu adalah dinamika,” kata Effendi, seperti dilansir Viva.


Sementara itu, Bantenpos mengabarkan berbeda, kericuhan terjadi karena ketidakpuasan peserta dari PAC atas penetapan Ketua DPC PDIP Kota Cilegon, Reno Yanuar dan DPC PDIP Kabupaten Tangerang, Topari oleh DPP PDIP.

Puluhan peserta dari PAC Cilegon mencopot baju partai warna merah dan membantingnya di hadapan pimpinan sidang. Namun, meski diwarnai kericuhan, pengurus terpilih tetap dilantik oleh DPP.

Plh Ketua DPD PDIP Banten, Ribka Tjiptaning nyaris dihakimi puluhan anggota PAC Kabupaten Tangerang. Beruntung Ribka berhasil diselamatkan oleh Satgas Wira Buana. Konfercab yang diikuti delapan DPC dan PAC se-Banten itu juga sempat deadlock saat tahapan pemilihan Ketua DPC di masing-masing wilayah.

Pantauan BANPOS, kericuhan berawal dari ketidakpuasan puluhan PAC se-Kota Cilegon setelah DPP PDIP menetapkan Ketua DPC PDIP Cilegon atas nama Reno Yanuar. Ketika nama Reno dibacakan sebagai ketua terplih, mereka mengaku kecewa berat.

Para peserta konfercab dari PAC se-Cilegon berdiri dan lari ke arah pimpinan sidang yang dipimpin lima perwakilan DPP PDIP yakni Komarudin, Efendi Simbolon, Rudianto Chen, dan Ribka Tjiptaning.

Sambil berlari ke arah pimpinan sidang, mereka mencopot baju kebesaran partai dan membantingnya di depan podium para petinggi partai pimpinan Megawati Soekarno Putri itu.

“Tidak masuk akal, kami tidak terima. Kami memilih keluar dari PDIP. Catat pimpinan sidang, kami enam PAC memilih mundur saat ini juga,” teriak pengurus PAC sambil meninggalkan arena konfercab.

Komarudin dan pimpinan DPP lainnya hanya tersenyum melihat aksi kader banteng yang mengamuk itu. Dengan tenang, Komarudin melalui pengeras suara menyatakan mempersilahkan jika memang ada pengurus yang akan mundur.

“Silahkan itu hak kalian yang akan mundur. Kami tidak bisa menghalangi. Silahkan saja,” kata dia.

Berikut adalah videonya di bawah ini.