Plt Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki mengaku kalah karena melimpahkan penanganan kasus dugaan gratifikasi Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung pada Senin (2/3) kemarin.

Padahal sebelum diangkat jadi Plt Pimpinan KPK, dia sempat berkoar-koar bahwa KPK tidak berhak melimpahkan perkara.

Dalam acara ILC “Kapolri: Buah Simalakama Presiden Jokowi” yang disiarkan TvOne pada Selasa (17/2) lalu, dia mengaku status tersangka Komjen Budi Gunawan harus dicabut karena gugatan praperadilan yang ia ajukan dimenangkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Lalu perkara ini mau diapakan?” katanya mempertanyakan saat itu.

“Oh, serahkan saja ke Kejaksaan. Enak sekali!” timpalnya melanjutkan.

Karena, Ketua KPK jilid I ini menegaskan, kewenangan KPK itu adalah mengambi alih, bukan menyerahkan perkara.

“Ini jadi bola panas. Ini mau diapakan. Apa mau dikembalikan ke penyelidikan, dipajangin begitu saja. Silakan para ahli hukum berdebat disitu,” ungkap Ruki.

“Tapi yang jelas KPK tidak punya kewenangan menyerahkan perkara. Yang ada itu mengambil alih perkara,” katanya lagi, demikian dilaporkan Rmol.

Namun pada akhirnya, bukannya mempertahankan keyakinannya tersebut, Ruki malah mengaku kalah. Dan kini kasus BG sudah di limpahkan KPK kepada Kejaksaan. Hal inilah yang mungkin membuat publik menilai KPK sudah masuk dalam pusaran politik. (Akhirnya KPK Akui Kalah Dalam Kasus BG)

Atau bisa lihat video di bawah ini terkait Ruki bicara tentang KPK tak bisa limpahkan Perkara.

Selain itu, ratusan pegawai KPK pun melakukan protes atas kebijkan KPK yang limpahkan kasus BG ke Jaksa. [sal]
 
 

Advertisements