Hasil survei Poltracking Indonesia yang menyebut keturunan Soekarno tidak layak memimpin PDIP untuk lima tahun ke depan disinyalir atas pesanan dari internal partai itu.

“Bisa saja (pesanan internal PDIP) dari situasi politik saat ini,” kata Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Menurutnya, survei tersebut ingin mendorong Jokowi maju memimpin PDIP. Survei itu sama halnya saat menjelang Pilpres 2014 yang menempatkan Jokowi di bawah Megawati.

“Jadi bisa dilihat secara logis untuk menempatkan Jokowi dalam trah Soekarno,” kata Effendi.

Diketahui, Poltracking Indonesia kembali merilis survei penilaian dari pakar dan opinion leader terkait pergantian ketua umum PDI Perjuangan. Hasilnya tiga nama yang merupakan keturunan Soekarno tidak direkomendasikan memimpin partai PDIP untuk lima tahun ke depan.

Menurut Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda, ketiga nama itu adalah, Puan Maharani, Megawati Soekarnoputri dan Prananda Prabowo.

“Berdasarkan pendapat pakar/opinion makers pada survei ini, Puan Maharani (25,04%), Prananda Prabowo (17,64%) dan Ketua Umum incumbent Megawati (16,91%),” kata Hanta saat merilis hasil survei di Jakarta, Minggu (22/3/2015).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo masuk dalam bursa ketua umum partai berlambang banteng mocong putih ini. Dan beberapa elite partai tersebut juga masuk ke dalam bursa persaingan.

“Dalam survei ini ada sembilan nama kader yang muncul. Ganjar Pranowo, Hasto Kristianto, Joko Widodo, Maruara Sirait, Megawati Soekarnoputri, Pramono Anung, Prananda Prabowo, Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo,” kata Hanta. [Inilah]
 
 

Advertisements