Traktor Bantuan Jokowi di Tarik, Mentan : Bukan Ditarik Melainkan Didistribusikan

Posted on

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membantah menarik kembali bantuan traktor Presiden Joko Widodo ke kelompok petani.

“Mungkin bahasanya yang harus diubah, bukan ditarik melainkan didistribusikan,” kata Amran saat menghadiri acara Panen Raya di Indramayu, Jawa Barat, Rabu.

Amran menjelaskan berdasarkan perintah presiden pemberian bantuan secara simbolis harus didatangkan fisik traktor tidak hanya kertas saja, bukan hanya menghadirkan kertas saja.

“Pembagian di Ngawi sebanyak 1.000 unit telah dihadirkan semua fisiknya dan itu untuk seluruh Jawa Timur,” ungkapnya.

Amran mengatakan setelah penyerahan secara simbolis oleh presiden, traktor-traktor tersebut diangkut untuk disalurkan ke kelompok petani ke 24 kabupaten di seluruh Jawa Timur.

Dia juga menjelaskan bahwa traktor untuk Kabupaten Ponorogo ini sudah didistribusikan sebanyak 207 unit.

Mentan mengungkapkan hingga saat ini sudah 30 ribu unit dari 60 ribu traktor yang akan dibagikan tahun ini.

Dengan adanya kesalahpahaman pembagian di Jawa Timur, kata Amran, pihaknya mengubah sistemnya.

“Untuk pembagian di Jawa Barat sebanyak 5.000 unit akan didatangkan hanya 400 unit,” katanya.

Amran berjanji didistribusi traktor ke pihak petani akan selesai dua pekan., demikian Antara mengabarkan (17/3).

Sebelumnya, beredar kabar bahwa traktor yang di tarik karena tak sesuai pesanan, getarannya terlalu tinggi.

Dikutip dari Tempo (2/2), Antok, salah satu teknisi perusahaan Kubota mengatakan sebagian mesin traktor tangan yang diserahkan Presiden Joko Widodo kepada perwakilan kelompok tani se-Jawa Timur di Kabupaten Ngawi, Sabtu pekan lalu, 31 Januari 2015, akan diganti. Sebab, kualitasnya belum sesuai dengan pesanan pemerintah.

“Getaran pada mesin traktor yang sudah dirakit lebih tinggi, harus dicopot lagi dan diganti,” kata dia saat ditemui Tempo di lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Ngawi, Senin, 2 Februari 2015.

Apapun alasan dari pemerintah terkait traktor memang membuat petani semakin bingung. Lantaran yang dibutuhkan petani bukan alasan, melainkan realisasi secepatnya, bukan? [sal]

 
 

Silahkan Berkomentar