Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang melarang aktivitas aliran sesat Ahmadiyah dinilai sebagai aturan banci. Pasalnya, dalam SKB tersebut pemerintah tidak diamanatkan untuk membubarkan organisasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) melainkan malah disuruh membina.

Apalagi, seperti dijelaskan advokat senior yang pada Juni 2008 terlibat dalam Insiden Monas, Munarman, SH., di Istana Negara waktu itu ada sosok pendukung utama Ahmadaiyah yang kebetulan menjabat sebagai anggota Wantimpres yakni Adnan Buyung Nasution.

“Buyung ini yang menghalang-halangi Presiden yang akan menandatangani Keppres Pembubaran Ahmadiyah,” ungkap mantan Ketua YLBHI Munarman dalam diskusi di Jakarta, Sabtu siang (21/03).

Tuntutan pembubaran Ahmadiyah, selepas rezim SBY dan berganti menjadi rezim Jokowi-JK, dinilai Munarman makin sulit. Alasan pertama, keberpihakan Jokowi terhadap Islam tidak jelas. Kedua, dua orang yang dia sebut saat ini menjadi “the real president” adalah sama-sama antek Zionis dan agen Asing, yakni Luhut Panjaitan dan Andi Waijayanto. “Jangan harap Islam akan dibela oleh rezim sekarang,” tandasnya.

Munarman juga bercerita sejak MUI mengeluarkan fatwa sesatnya Ahmadiyah pada 2005 lalu, kelompok liberal tidak henti-hentinya melakukan kegiatan untuk melawan fatwa tersebut bahkan sampai berencana membubarkan MUI. “Rapatnya waktu itu pinjam tempat di YLBHI. Saya waktu itu Ketua YLBHI,”ungkapnya.

Selaian merencanakan gugatan ke PTUN hingga pembubaran MUI, kelompok liberal sepanjang 2005 hingga puncaknya pada 1 Juni 2008 juga terus-terusan menggelar aksi-aksi yang dibungkus dengan tema-tema kebhinnekaan, Pancasila dan pawai budaya. “Gerakannya terus membesar. Lalu kita selesaikanlah. Efeknya sampai sekarang mereka tidak ada aksi lagi,” tandasnya.

Namun demikian, meski telah dilarang, aktivitas kelompok JAI hingga sekarang tidak pernah berhenti. Hingga muncullah peristiwa bentrokan pengikut Ahmadiyah dengan warga masyarakat di Cikeusik, Pandeglang, Banten, pada 2011 lalu. Peristiwa itu, ungkap Munarman, sengaja disetting oleh pihak Ahmadiyah yang kemudian memunculkan opini umum seolah-olah Ahmadiyah yang diserang. [Suara Islam]