Akhirnya, Fadjroel Rachman Pun Belum Dapat ‘Jatah’ Juga dari Jokowi

Posted on

Banyaknya jabatan-jabatan strategis dipemerintahan Presiden Jokowi kini diduduki oleh pendukung dan relawan Jokowi. Ada Anak Hendpropriyono yang bernama Diaz Hendpropriyono jadi Komisaris Utama Telkomsel. Juga Refly Harun yang bisa-bisanya jadi Komisaris Utama di BUMN PT Jasa Marga (Persero) Tbk, padahal bukan bidangnya. Sampai-sampai ada anggapan apa Refly Harun tak tahu malu ya.

Dikabarkan ada sekitar 600 posisi ditawarkan oleh Menteri Badan Urusan Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kepada relawan Jokowi. Wow! Jumlah yang fantastis.

Yang membuat aneh adalah, sampai tulisan ini diturunkan (7/4/15), pria bernama Fadjroel Rachman belum juga kebagian ‘jatah’ posisi atau jabatan dari presiden Jokowi. Tentu publik bertanya-tanya apa dan mengapa bisa begitu ya?

Fadjroel di kenal sebagai relawan dan tim sukses Jokowi yang sampai kini -walau belum dapat jatah- masih setia bela Jokowi. Bisa dikata, Fadjroel tak mempermasalahkan apakah Jokowi salah atau benar yang penting di bela olehnya.

Contohnya, ketika Jokowi eksekusi mati Narapidana Narkoba, Fadjroel yang sejatinya adalah anti hukuman mati cuma bisa bungkam. Padahal jika yang melakukan bukan Jokowi, di duga kuat dan pasti Fadjroel akan berteriak lantang. Kurang apa lagi dengan Fadjroel?

Apa karena Fadjroel pernah lakukan demo sewaktu Jokowi calonkan Budi Gunawan (BG) jadi Kapolri menjadi penyebab Jokowi antipati kasih ‘jatah’ kepada Fadjroel? Atau memang tidak ada restu dari Megawati? Entahlah. Yang pasti sampai hari ini Fadjroel dikabarkan masih bangga jadi rakyat biasa saja.

Dilaman akun twitter, ia menjawab pertanyaan dari seorang netizen, “giliran ente kapan Bung (Fadjroel-ed)?,” tanya akun @TitTriani. lantas Fadjroel melalui akun twitternya menjawab: “Saya rakyat biasa saja mbak,” tulis akun @fadjroeL miliknya yang suka ngeblock netizen.

Pertanyaan, betulkah Fadjroel rela jadi rakyat biasa saja? Dan betulkah Fadjroel tidak mau jabatan atau posisi di pemerintahan Jokowi? Inilah yang masih misteri. Karena faktanya, Fadjroel secara terbuka mau memajukan diri jadi Calon Gubernur (Cagub) tuk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Ini artinya, Fadjroel juga haus akan jabatan, kekuasaan atau posisi, bukan? Jujurlah padaku 🙂

Tapi sayang seribu kali sayang, sampai kini, Jokowi belum berkenan berikan ‘jatah’ kepada Fadjroel. Padahal usia pemerintahan Jokowi sudah hampir 6 bulan.

Sebenarnya Jokowi harus paham, ketika beredar kabar Fadjroel mau maju jadi Cagub di Kalsel 1, itu adalah sinyal yang di mainkan Fadjroel. Ya, sinyal Fadjroel juga manusia yang butuh ‘jatah’ wahai Jokowi…! [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar