Tak bisa dipungkiri selain prestasi PDIP yang menang di Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2014, ada juga prestasi PDIP yang lain, yakni PDIP di juluki sebagai Partai Juara Korupsi peringkat pertama. (lihat gambar diatas)

Maka dari itu, berita terkait penangkapan kader PDIP oleh KPK yang diduga lakukan korupsi tak segempar dan seheboh penangkapan kader PKS. Sejarah membuktikan.

Usai Megawati di daulat tuk jadi ketua umum PDIP periode 2015-2020 ada kejadian yang mengejutkan di arena kongres PDIP ke IV yang digelar di Bali. Ya, memang aksi Presiden Jokowi yang tuang air minum ke galas Megawati juga menghebohkan, tapi yang ini beda.

Aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digeber Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhadap kader PDI Perjuangan, cukup sukses membuat suasana tegang di lokasi Kongres IV, di Inna Grand Bali Beach Sanur, Jumat (10/4).

Adapun kader PDIP yang di ciduk KPK adalah Adriansyah anggota komisi IV DPR Fraksi PDI Perjuangan yang ikut hadir pada acara Kongres PDIP.

Atas kejadian tersebut, banyak politisi dan pejabat teras PDIP yang terkejut dan mengecam. Sanksi pemecatan terhadap Adriansyah juga mengancam. Ya, betapa tidak, di acara hajatan 5 tahun sekali, betapa malunya PDIP di kasih hadiah oleh KPK seperti itu. Muka Megawati mau di taruh dimana?

Selaku Ketua Umum PDIP yang baru dipilih dan dilantik, Megawati Soekarnoputri terkejut saat mendengar kabar penangkapan Adriyansah.

Begitu disampaikan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristianto. Bagi Mega, seperti dituturkan Hasto, tindakan Adriansyah yang menerima suap sebagai pelanggaran berat.

“Karena itu beliau langsung mengeluarkan instruksi pemecatan, dan partai tidak akan memberi bantuan hukum,” kata Hasto dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta, Jumat (10/4), dilansir Rmol.

Pertanyaan, berdasarkan fakta dan sejarah, PDIP adalah partai juara korupsi, Golkar saja kalah. Lalu mengapa jika kader atau politisi PDIP yang coba pertahankan posisi juara di Kongres PDIP dapat ancaman pemecatan? Mikir.

[JK Sinaga]