Gara-gara PDIP dan Mega, DPR Prihatin Jokowi di Kongres PDIP cuma Jadi Kader Biasa

Posted on

Perlakuan Megawati dan PDIP terhadap Jokowi di Kongres PDIP IV memang menuai banyak kritikan. Dimana pada acara hajatan 5 tahun sekali itu, Jokowi cuma di jadikan kader biasa saja. Kritikan kali ini pun datang dari lembaga DPR RI.

Seperti dilansir Aktualco, Dewan Perwakilan Rakyat prihatin  kehadiran Presiden Jokowi di Kongres PDI Perjuangan yang hanya sebagai anggota biasa partai berlambang banteng saja.

Bambang Harjo, anggota Fraksi Gerindra DPR RI, mengatakan tidak adanya pidato kenegaraaan yang dilakukan oleh Jokowi sebagai kepala negara yang sangat membuktikan bahwa beliau hadir bukan sebagai perwakilan pemerintah akan tetapi menggunakan protokoler kepresidenan

“ Saya merasa sedih melihat kejadian ini, bagaimana bisa Presiden Jokowi yang datang sebagai Kepala negara tapi malah diposisikan rendah di depan kepentingan kelompok partai dan golongan, ” ujar politisi Gerindra ini dalam siaran persnya, Senin (13/4).

Ini bukti bahwa mental dari Presiden Jokowi harus segera revolusi seperti yang beliau canangkan dalam kampanyenya dulu yaitu Perlu dilakukan Revolusi Mental, “Sekarang buktikan dong jangan hanya janji kosong ,”  tutupnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo hadir di Kongres ke -IV PDI Perjuangan di Bali. Mantan Gubernur DKI Jakarta nampak berjalan mengapit di belakang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Di belakang mereka adalah rombongan Menteri Kabinet Kerja.

Ada hal lain dari penampilan Presiden Joko Widodo di acara Kongres Bali kali ini, Jokowi mengenakan jas mereah tanpa adanya logo PDI Perjuangan. Hal ini menjadi pertanyaan publik, kenapa Jokowi pakai jas merah polos tanpa logo? [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar