Terkait dengan Kongres PDI Perjuangan resmi dibuka pada Kamis (09/04) di Denpasar, Bali. Penilaian pun datang dari banyak kalangan terhadap Presiden Joko Widodo yang hadir pada acara pembukaan tidak mendapatkan porsi selayaknya sebagai seorang kepala negara oleh PDIP dan seluruh peserta kongres, khususnya Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Berdasarkan hasil pantaun yang dirilis laman berita-nusantara.com, paling tidak ada 4 kejadian, dimana “harga diri” Jokowi sebagai presiden jatuh. Berikut beritanya.

Inilah empat momen saat Kongres PDIP yang membuat Presiden Joko Widodo terlihat berwibawa di keluarga besar partai banteng.

#1. Berjalan di belakang Megawati

Meski dikawal Paspampres, Presiden Joko Widodo masuk ke dalam ruangan Kongres IV PDIP di Denpasar, Bali bersama Puan Maharani di belakang Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Jokowi tiba di Inna Grand Bali Beach, Kamis (9/4/2015) pagi. Mengenakan jaket merah lengan panjang tanpa logo PDIP, Jokowi berjalan disamping Puan mengikuti Mega yang berjalan di depan.

#2. Kerap disindir sebagai petugas partai oleh Megawati

Dalam pidato politiknya, Megawati kerap meninggikan posisi dirinya di atas Jokowi. Misalnya ketika mengatakan “Kesadaran awal ketika saya memberikan mandat kepada Bapak Jokowi, adalah komitmen ideologis yang berpangkal dari kepemimpinan Trisakti.”

Dikalimat berikutnya, Mega seolah menegaskan posisi Jokowi sebagai petugas partai.

“Hukum demokrasilah yang mengatur itu, dan bahwa presiden serta wakil presiden memang sudah sewajarnya dan sangat wajar menjalankan garis kebijakan politik Partai,” tegas Megawati, disambut sorak sorai hadirin peserta Kongres.

#3. Tidak ada pidato sambutan Presiden saat Kongres

Lazimnya seorang kepala negara yang diundang pada acara tertentu, akan diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato atau sambutan. Bahkan sambutan Presiden menjadi acara utama dalam seremonial.

Namun tidak demikian dengan Jokowi. Pada acara Kongres, tidak ada sambutan Presiden.

#4. Jokowi tuangkan air minum untuk Megawati

Setelah memberikan pidato, Megawati kembali ke tempat duduknya. Setelah duduk, Jokowi langsung membuka botol air putih dan menuangkan ke gelas Megawati.

Setelah itu kemudian Jokowi menuangkan air ke gelasnya sendiri. Megawati langsung minum dan keduanya ngobrol. Jokowi tampak mendengarkan Megawati, demikian laporan dari berita-nusantara.com.

Semoga kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke. Dan, khusus kepada Presiden Jokowi sebagai orang yang mendapat penilaian dan kritik bisa lebih banyak belajar lagi tentang etika, sikap dan ketegasan layaknya seorang Presiden, bukan “petugas partai”. Karena jika Jokowi teledor dan lakukan kesalahan, yang malu bukan saja pendukungnya, tapi mereka yang tidak memilihnya ikut juga menanggung malu. [sal]