Innalillahi…Bunuh Diri Sekeluarga Karena Kesulitan Ekonomi Terjadi di Era Jokowi

Posted on

Kesejahteraan hidup rakyat masih jauh dari harapan, Pemerintahan Jokowi seperti lupa pada janji-janjinya dulu. Atau, bisa jadi Jokowi tidak paham bagaimana cara mensejahterakan rakyatnya sendiri.

Kenaikan harga-harga bukti Jokowi tidak bisa menstabilkan ekonomi Indonesia. Langkah perbaikan pun seperti nyaris tak ada. Harga minyak di biarkan mengikuti pasar yang sejatinya melanggar konstitusi Indonesia.

Ditengah peliknya hidup, laman BeritaJatim merilis berita (4/4) dengan judul: “Bunuh Diri Sekeluarga Karena Kesulitan Ekonomi” yang mampu menarik banyak perhatian publik untuk membaca. Berikut isi beritanya.

Dugaan bunuh diri bersama satu keluarga yang dilakukan Yudi Santoso (45) bersama istrinya Fajar Retno (40) dan anak perempuannya Ola (7) di Dusun Morangan, Desa Minggiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri dipastikan telah direncanakan.

Salah satu saudara Yudi dari Desa Jambu, Kecamatan Pagu mengaku, masih tidak percaya jika korban dapat berbuat senekat itu. Ia sempat bertemu, dua minggu sebelum kejadian. Kala itu, dia sempat terkejut karena Yudi sedang menjual perabotan rumah, seperti kulkas, dan benda-benda elektronik, karena kesulitan ekonomi.

“Yudi memang sudah tidak bekerja lagi. Bahkan, yang saya ketahui Retnonya juga sudah berhenti bekerja. Barang-barang perabotan mereka jual. Yudi juga sempat bilang kepada saya jika ingin kembali ke Semarang, ke rumah orang tua Retno. Tetapi, mereka masih menunggu Olah yang kini baru selesai ujian. Katanya sih tiga bulan lagi mereka pindah ke Semarang,” jelas saudara Yudi yang menolak namanya ditulis itu.

Perlu diketahui, Yudi dan Retno ini sebelumnya bekerja sebagai teler sebuah perusahaan farmasi di Surabaya. Setelah Yudi bekerja bekerja, mereka kemudian tinggal di rumah orang tua Yudi di Dusun Morangan. Di dalam satu rumah itu, dihuni oleh banyak keluarga. Mengingat, sudara Yudi sendiri berjumlah delapan orang, dan Yudi anak ke nomor tujuh.

Sebagaimana diketahui, diduga dihimpit persoalan ekonomi, Yudi diduga mengajak istri dan anaknya yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) bunuh diri. Mereka ditengarai mengkonsumsi racun serangga. Sedangkan jenasah ketiganya baru ditemukan sudah dalam keadaan membusuk, demikian beritajatim mengabarkan.

Minta Dikubur dalam Satu Liang Lahat

Terkait dengan dimana di kebumikan, berdasarkan laporan Kompas (4/4), Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan surat wasiat. Inti dari surat wasiat itu adalah pamitan dan meminta agar mereka dikuburkan dalam satu liang lahat.

Isi dari surat tentang uang yang bisa dimanfaatkan untuk memakamkan mereka. Selain itu, isi dari surat itu juga menerangkan tentang penyebab kejadian itu, karena masalah pekerjaan. [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar