‘Isu ISIS di Indonesia Hanya Hoax dan Politis, Rekayasa Intelijen’

Posted on

Isu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali merebak setelah tak lama kisruh Pemilihan Pilpres (Pilpres) 2014 sempat mencuat. Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) meyakini, modus di balik hebohnya isu tersebut di Indonesia hanyalah sebuah ‘komoditas dagang’.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP KAMMI, Sofyardi Rahmat meyakini isu ISIS dipenuhi  kepentingan oknum tertentu guna kepentingan politiknya semata. Dia menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir dan jangan terprovokasi lalu terbawa arus.

“ISIS itu hoax, hanya mainan oknum untuk cari perhatian dan cari jabatan,” kata dia melalui rilis, Selasa (7/4).

Tindakan teror memang tidak dapat dibenarkan karena tidak jauh berbeda dengan penjajahan. Perang terhadap terorisme juga penting dilakukan. Namun demikian, lanjut Sofyardi, kita perlu memerhatikan siapa yang bermain dan memanfaatkan isu terkait di tanah air.

Oleh karena itu, tambahnya, KAMMI mendorong Jokowi untuk mewaspadai oknum-oknum di balik layar yang mengendalikan isu tersebut. KAMMI meyakini bahwa Jokowi selaku kepala negara akan mengedepankan kepentingan nasional di atas segalanya.

Selain itu, Sofyardi mengatakan, pengetahuan masyarakat sudah mulai mampu memahami permasalahan bangsa ini. Sehingga, isu dan berita yang menyebar melalui media “bodong” di masyarakat tidak begitu saja ditelan mentah-mentah.

“Memang isu ISIS yang punya skala global ini bukan isu kecil, bukan isu sektoral yang hanya ada di negara tertentu saja. Artinya, peran asing dibaliknya bisa jadi ada. Namun, saya meyakini masyarakat sekarang pintar-pintar,” ujar Sofyardi, seperti dilaporkan Rol (8/4).

Sebelumnya, pengamat Intelijen Suripto juga mengatakan bahwa ISIS di Indonesia adalah rekayasa intelijen untuk mendapatan dana anggaran. (Baca, Intelijen Mainkan Isu ISIS tuk dapatkan Anggaran). [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar