Jakarta pasca pemilu presiden sempat mengalami kekosongan yang diakibatkan presiden yang saat ini menjabat melapaskan tanggungjawabnya dari jakarta lalu diserahkan begitu saja kepada pemimpin yang lalim. Dia adalah ahok seorang pemimpin yang tempramental dan sering mengeluarkan ucapan kotor. Bagaiman pikirannya bisa jernih memimpin apabika mulutnya saja sering berbicara kotor. (ahor berbicara “ta*k di TV). Anggota DPD RI Fahira Idris kembali menyentil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Fahira mengkritisi masih seputar perihal minuman keras atau bir yang dinilai Ahok bahwa bir itu tidak masalah jika dikonsumsi. Bahkan Fahira pun tidak segan-segan menyatakan apa yang telah diucapkan oleh Ahok itu sebagai tindakan gila yang tidak masuk ke dalam perilaku waras. Pun termasuk dengan kepribadian Ahok yang ia nilai agak gila dan berada di jalan yang gila.

“Saya engga rela Jakarta dipmpin seorang yang agak gila di jalan yang gila. Boleh-boleh saja sih agak gila, asal di jalan yang waras,” katanya di dalam akun resmi @fahiraidris kemarin (10/04/2015).
Selain itu Fahira juga menyebut bahwa Ahok bukanlah harapan baru bagi masyarakat Jakarta sebagaimana yang didengung-dengungkan di media. Hingga ia juga menyebut Ahok tidaklah setangguh mantan Gubernur yang ada, misalnya saja Ali Sadikin dan Sutiyoso. Di mana menurutnya kedua mantan Gubernur itu berani ambil tanggung jawab di saat bawahannya berbuat salah.
“Mereka (Ali Sadikin dan Bang Yos) keras tetapi mempunyai karakter dan berani ambil tanggung jawab jika bawahannya berbuat salah, bukan justru membuang badan,” tulisnya sindir. Sehingga menurut Fahira, apa yang dilakukan Ahok justru bukannya memecahkan masalah yang ada, melainkan menimbulkan masalah baru.

Ia pun juga mengatakan apa yang dilakukan Ahok tak lebih seperti pemimpin-pemimpin arogan, anti kritik, dan merasa paling benar, dan tidak santun dalam berkomunikasi pada saat menyampaikan hal-hal yang politis. Sebagai contoh misalnya saja ia menyebut beberapa tokoh yang pernah mengkritik perilaku Ahok, namun Ahok tidak menerima kritikan itu. Di antaranya Jaya Suprana, Risma, dan Iwan Piliang. Maka usulnya, Ahok lebih baik menjadi warga biasa saja daripada Gubernur DKI Jakarta.

“Jaya Suprana, Ibu Risma, dan Iwan Piliang memberi kritikan tapi beliau tidak terima. Jika tak tahan kritik, silahkan jadi warga biasa saja. Dan jangan ambil resiko menjadi pemimpin Jakarta,” usulnya.
Oleh sebab itu, terkait minuman keras atau bir, Fahira pun memberi peringatan kepada Ahok agar jangan sampai tuhan memberikan istruksi untuk empati. “Apakah Pak Ahok masih menunggu instruksi tuhan agara mau berempati terhadap permasalahan miras,” tanya Wakil Ketua Komite III DPD RI. (Robigusta Suryanto/voa-islam.com)