Janjikan “Mamak Banteng”, KPK Malah Tangkap “Anak Banteng”

Posted on

Publik takkan pernah bisa lupa tentang janji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan panggil dan periksa Megawati terkait kasus mega skandal surat keterangan lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

“Jadi begini, posisi KPK itu menyamakan semua orang di depan hukum. Kami tidak peduli apakah itu Megawati, atau presiden, tidak ada urusan bagi KPK,” kata Abraham saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu, 27 Agustus 2014, dilansir Tempo.

Sebelumnya, pada bulan Juli 2014, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam pemberian Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI). Dalam waktu dekat penyidik KPK akan memanggil Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Jadi habis lebaran kita putuskan ya, kita ekspos siapa-siapa saja yang dimintai keterangannya,” kata Ketua KPK Abraham Samad di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Abraham menegaskan, KPK tidak menemukan kendala psikologis untuk memanggil mantan Presiden RI tersebut. Mengingat, Megawati adalah partai penguasa saat ini setelah, Joko Widodo bersama Jusuf Kalla resmi dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk periode 2014-2019.

“Jadi kenapa takut? Megawati kan bukan presiden,” tegasnya, demikian Okezone mengabarkan.

Yang terjadi sekarang adalah, KPK sudah terpecah belah atau di pecah belah oleh kekuatan tak jelas. Abraham Samad dan Bambang Widjajanto sudah non aktif dari KPK karena tersangung kasus, mereka berdua menjadi tersangka.

Kini KPK diketuai oleh Taufiqurracman Ruqi dan dibantu oleh empat orang lainnya.

Sontak publik dikejutkan oleh aksi KPK, yang menangkap Politisi PDIP, Adriansyah, dalam operasi tangkap tangan (OTT) di sebuah hotel mewah di kawasan Sanur, Bali, pada Kamis 9 April 2015 malam, saat bersamaan dengan berlangsungnya Kongres ke IV PDIP.

Pertanyaan muncul, KPK janjinya dulu akan tangkap “mamak banteng” tapi kok jadi “anak banteng” yang ditangkap? [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar