Jokowi Sudah Tak Pakai Jasa LSI dan Denny JA Tuk Survei, Kenapa?

Posted on

Presiden Joko Widodo berdialog dengan para pengamat politik yang diundang ke Istana usai makan siang tengah hari tadi (Selasa, 14/4).

Para pakar yang diundang adalah Muhammad Qodari, Ikrar Nusa Bhakti, Hanta Yudha, Nico Haryanto, Philip Vermonte, Thamrin Tamagola, Dodi Ambardi, dan Yunarto Wijaya.

Kepada pengamat politik dari lembaga survei, Jokowi bertanya penelitian mereka tentang kinerja pemerintah.

Indo Barometer misalnya, lembaga survei yang digawangi Muhammad Qodari, baru-baru ini merilis survei soal kinerja kabinet dan tingkat kepercayaan publik terhadap Jokowi dan Jusuf Kalla.

Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi sejak dilantik Oktober 2014 lalu cenderung menurun ke angka 57,5 persen. Sementara JK sebesar 52,3 persen, demikian dilaporkan Rmol (14/4).

Yang membuat aneh adalah, kenapa Jokowi tidak undang Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny JA? Padahal ketika Pilpres 2014, Denny JA di jadikan tim sukses Jokowi sebagai konsultan politik. Apa hubungan mereka sudah mulai retak, atau memang kontrak sudah habis.

Diketahui, saat ini Denny JA lebih fokus dalam membangun citra Ahok. Beberapa survei sudah di mainkan oleh LSI beberapa waktu yang lalu yang orientasinya menaikkan elektabilitas Ahok. Inikah penyebabnya? Jika iya, maka, sangat di mungkinkan Jokowi dan Ahok akan bertempur di Pilpres 2019 nanti. Wah, rakyat harus waspada nih. [sal]

Baca: Denny JA di jadikan “budak” Tiongkhoa Tuk Pencitraan 
 
 

Silahkan Berkomentar