1. ada yang bertepuk tangan atas ‘dibreidel’ nya media-media Islam. merasa menang dan bisa bernafas dengan lega. #prihatin

2. hal tersebut membuktikan bahwa ada sebagian masyarakat yang merasa sesak dada atas hadirnya media-media bernafaskan Islam. #prihatin

3. meski tak sepenuhnya sependapat dengan konten dari media Islam yang dibreidel tersebut, kami sangat menyayangkan tindakan itu. #prihatin

4. kita menganut sistim demokrasi Pancasila. itu artinya, selama tidak bertentangan dengan asas tersebut, semua berhak hidup. #prihatin

5. pertanyaan kami: apakah media-media yang dibreidel itu menghembuskan seruan untuk makar? apakah media-media itu anti Pancasila? #prihatin

6. jika dasar dari pembreidelan itu adalah untuk menghalau tumbuhnya ISIS, tentu tindakan tersebut ibarat menyiram api dg bensin. #prihatin

7. tumbuhnya radikalisme di Indonesia adalah dikarenakan sikap diskriminatif dan curiga berlebihan yang dilakukan pemerintah. #prihatin

8. membreidel media, apalagi media online dikala internet sangat mudah dijangkau adalah sia-sia. patah tumbuh hilang berganti. #prihatin

9. membeli domain sangat mudah dan murah. hari ini diblokir, besok juga bisa bikin lagi. harusnya itu dipikir sebelum memblokir. #prihatin

10. maka langkah terbaik untuk mengatasi tumbuhnya radikalisme adalah dengan merangkul mereka, jangan mendiskreditkan terus. #prihatin

11. berhentilah memandang dan mencap orang sebagai sebagai teroris. pahami dulu apa sebenarnya teroris dan terorisme. #prihatin

12. coba perhatikan langkah ekstrim pemerintahan ini. dari mematikan MUI secara perlahan, hingga menghajar media berbau ‘jihad’. #prihatin

13. bukan tidak mungkin kedepan NU, Muhammadiyah dan sebagainya akan dilarang oleh Pemerintah dengan alasan sekenanya. #prihatin

14. menurut kami, sekali-kali pakailah otak untuk berpikir. Tuhan menganugerahi otak itu bukan untuk pelengkap isi kepala saja. #prihatin

15. Islamophobia sebenarnya isu yang dihembuskan siapa? ada kepentingan apa dibalik itu? cobalah pemerintah mikir kesana. #prihatin.

16. Islam sedang dipermak menjadi hantu menyeramkan, dan pemerintah kita latah meng-iya-kan, tanpa menelaah lebih lanjut. #prihatin

17. kembali ke pembreidelan media. kami yakin tindakan ini tak akan menyurutkan langkah-langkah dakwah Islam via media. #prihatin

18. pemerintah belum tahu militansi orang-orang yang sudah memutuskan untuk berjuang dalam Islam. ngga ada matinye, betawi bilang. #prihatin

19. selama pemerintah tidak merubah mindsetnya terhadap Islam, selamanya gerakan yang mereka namakan ‘teroris’ ini tumbuh subur. #prihatin

20. kami tidak menakut-nakuti. tapi inilah faktanya ketika ketidak adilan merajalela. mulut bisa dibungkam, tapi tidak dg gagasan. #prihatin

21. coba lihat muslim Uighur atau Rohingya, apakah mereka meninggalkan Islam meski dianiaya? tidak! justru makin kaffah. #prihatin

22. sama dg di Indonesia. dengan membreidel media, apakah mereka lantas berhenti berdakwah? NO! justru makin membara semangatnya. #prihatin

23. kita lihat kedepan, seperti apa bentuk dan rupa dr kebijakan nyleneh ini. apakah mampu mengatasi radikalisme? atau sebaliknya! #prihatin

24. kami sudah mengingatkan. setidaknya itu yang akan kami katakan, ketika aksi radikalisme kian tak bisa dipadamkan. #prihatin

25. demikian tadi silaturahmi singkat kami. semoga ada guna dan manfaat. mohon maaf bila kurang berkenan. | YAKIN USAHA SAMPAI! sekian.

***
kultwit by: @Semesta_Kicau