Masihkah Menganggap Fitnah Tabloid “Obor Rakyat”?

Posted on

Masih ingat kasus Tabloid Obor Rakyat? Tabloid yang sempat menggemparkan jagat politik tanah air ketika masa kampanye tengah berlangsung. Obor Rakyat dituding sebagai penyebar berita “Kampanye Hitam” terhadap Jokowi yang disebut “Capres Boneka”.

Tabloid “Obor Rakyat” dilaporkan ke Bareskrim Polri lantaran diduga menyebar fitnah dan pencemaran nama baik Jokowi. Pihak Kepolisian kemudian menetapkan dua penggagas tabloid tersebut sebagai tersangka, yakni Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriyossa. Keduanya dijerat pasal 310, 311, 156 dan 157 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah.

Berkas kasus Obor Rakyat telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) oleh penyidik Bareskrim pada 27 Oktober 2014. Pihak Kejagung mengaku bahwa berkas kasus Obor Rakyat sudah lengkap atau P21. Jokowi sendiri sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Dikabarkan, ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden dan mengetahui bahwa kasus Obor Rakyat belum juga diusut tuntas, maka Jokowi pun kemudian mencopot Kapolri Sutarman, lantaran dianggap lamban dalam mengatasi kasus ini.

Setelah berjalannya Pemerintahan Jokowi-JK, para pemilih Jokowi semasa Pilpres kini mulai sadar, bahwa selama ini dirinya telah salah memilih pemimpin. Diantaranya ada beberapa tokoh yang secara terang-terangan mengaku kecewa. Salah satunya adalah Narliswandi J Piliang yang akrab disapa Iwan Piliang. Melalui akun twitternya, @IwanPiliang7, Iwan sempat mempertanyakan ibadah sholat Jokowi, terkait pemblokiran 22 situs Islam yang dianggap mengajarkan radikalisme.

“Mhn maaf Jokowi, sy ingin bertanya apakah shalat 5 waktu Anda kini msh jalan?” kicaunya.

Banyak kebijakan Pemerintahan Jokowi yang dinilai menguntungkan asing dan golongannya. Kebijakan mengenai harga BBM yang dipasrahkan kepada mekanisme harga minyak dunia. Hal itu mengakibatkan naik-turunnya BBM tanpa bisa diduga-duga dan mengejutkan dan meresahkan rakyat.

Ditambah pula nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah, harga bahan pokok yang terus melambung seiring dengan kenaikan BBM. Janji-janji Jokowi semasa kampanye dulu tak satunpun yang ditepati. Pencitraan dirinya yang dianggap pro rakyat mendadak kini luntur seiring berjalanya roda pemerintahan Jokowi.

Bagi-bagi jatah jabatan terbukti dilakukan Jokowi, baik jabatan di pemerintahan atau dibeberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selama Kampanye, Jokowi menyatakan bahwa partai yang mendukung dirinya murni koalisi “tanpa syarat”.

Bahkan Jokowi berani berjanji, kelak akan mengangkat menteri dari kalangan profesional. Tapi lagi-lagi Jokowi mengingkarinya. Sebagiam besar Menteri terdiri dari orang-orang partai atau politisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Jokowi juga terbukti dijadikan boneka oleh partai pengusungnya, PDIP. Berbagai kebijakan Jokowi lebih banyak menuruti kehendak Megawati dan partainya. Terlalu banyak menyebut kebijakan-kebijakan Jokowi yang jauh dari kata “pro rakyat”. Intinya, Jokowi telah melanggar janjinya sendiri, menjilat ludahnya sendiri.

Lalu, masihkah kita menganggap bahwa Tabloid Obor Rakyat itu FITNAH?

***

Penulis: Biren Muhammad
Pemerhati Politik & Peduli NKRI
sumber 
 
 

Silahkan Berkomentar