Presiden Parti Islam SeMalaysia (PAS) Abdul Hadi Awang mengatakan bahwa pemerintah Malaysia harus menerapkan ekonomi berbasis syariah jika ingin membawa negaranya keluar dari persoalan krisis ekonomi.

Seruan itu diucapkan Abdul Hadi ketika berbicara selama unjuk rasa memprotes Pajak Barang dan Jasa (GST) yang diterapkan di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (11/4) malam waktu setempat.

Dia mengatakan, menerapkan pajak barang dan jasa (GST) bukanlah “obat” untuk kesengsaraan perekonomian negara. Ia bertanya tentang apa yang telah dilakukan negara selama 50 tahun terakhir.

“Mereka (pemerintah) tidak menggunakan sumber daya negara dan tenaga kerja untuk membangun negeri. Jadi, saya ingin meminta pemerintah hari ini untuk bertaubat dan menggunakan ekonomi berbasis syariah untuk menangani krisis,” katanya kepada kerumunan sekitar 2 ribu anggota PAS, seperti dikutip dari laman The Malaysian Insider, Senin (13/4).

Abdul Hadi menambahkan, negara-negara Barat sedang menderita krisis yang mendalam karena mereka menggunakan ideologi ekonomi berjiwa materialistik. Padahal, kata dia, sistem seperti ini tidak memiliki jiwa dan tidak berdasarkan agama.

“Lihatlah apa yang terjadi pada Uni Soviet. Bahkan, Amerika Serikat dalam krisis terlilit utang senilai triliunan,” ujarnya.

Hadi juga mengaku bingung mengapa Cina dan India tidak bisa menerima Islam sebagai bentuk ideologi, sama seperti ideologi lain seperti kapitalisme liberal, komunisme dan sosialisme. Ia menegaskan Islam bukan hanya tentang hudud, melainkan juga meliputi ekonomi.

‘’Kalau Cina, India dapat menerima sosialisme, kapitalisme liberal, komunisme, mengapa tidak Islam? bahkan yang menyedihkan adalah Muslim menolaknya,’’ kata Hadi.

Dia juga mengatakan bahwa GST hanya akan menyebabkan inflasi yang akan membebani Malaysia.

Hadi juga mendesak pemerintah untuk memberikan kekuasaan penuh kepada Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia untuk menangani orang-orang yang terlibat dalam korupsi. demikian Rol (13/4) mengabarkan. [sal]