Pejabat di Manjakan Duit Ratusan Juta, Sedang Rakyat di ‘Jinakkan’ Dengan Uang 100 Ribu Saja oleh Jokowi

Posted on

Melalui Perpres Nomor 39/2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 68/2010 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka Bagi Pejabat Negara Untuk Pembelian Kendaraan Perorangan. Para pejabat mendapat tunjangan penambahan dana terkait uang muka pembelian mobil sebagai fasilitas yang di berikan oleh Presiden Jokowi. Waktu pengeluaran Perpres pun hampir bersamaan dengan naiknya -secara diam-diam- harga BBM yang sukses buat banyak rakyat terkejut. Eh, harga Gas Elpiji pun naik juga rupanya.

Walau Jokowi yang keluarkan Perpres, namun pihak Istana tak mau Jokowi disalahkan. Lembaga DPR menjadi ‘kambing hitam’ atas penambahan anggaran DP pembelian mobil para pejabat.

Penelusuran www.setkab.go.id menemukan fakta, pada 5 Januari 2015, Ketua DPR-RI Setya Novanto melalui surat Nomor AG/00026/DPR RI/I/2015 meminta dilakukan revisi  besaran tunjang uang muka bagi pejabat negara dan lembaga negara untuk pembelian kendaraan perorangan, yang dalam Perpres Nomor 68 Tahun 2010 ditetapkan sebesar Rp 116.500.000,- (seratus enam belas juta lima ratus ribu rupiah) disesuaikan menjadi Rp 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah).

Yang pada akhirnya, besaran fasilitas uang muka bagi pejabat negara pada lembaga negara untuk pembelian kendaraan perorangan adalah sebesar Rp. 210.890.000,- (dua ratus sepuluh juta delapan ratus sembilan puluh ribu rupiah), sebelumnya adalah Rp 116.500.000,- (seratus enam belas juta lima ratus ribu rupiah).

Padahal kalau mau tegas, Jokowi yang dulu waktu kampanye Pilpres 2014 naik Bajai, bisa saja toh menolak usulan dari DPR. Faktanya, Jokowi yang katanya merakyat malah mengeluarkan perpres terkait kenaikan uang muka pembelian kendaraan bagi pejabat meski angkanya beda, tapi tetap saja menggiurkan.

Jika dihitung, maka kenaikan angka antara Rp. 116.500.000 dengan Rp. 210.890.000 ada selisih angka Rp. 94.390.000, hampir 100% kenaikannya, atau jika dibulatkan RP. 100.000.000 (Seratus juta). Adalah angka yang fantastis ditengah penderitaan rakyat miskin saat ini.

Selang waktu usai di tanda tanganinya Perpres 39/2015 pada 20 Maret 2015, kemudian bertepatan pada hari Jumat (3/4/2015), Jokowi direncanakan akan melakukan sejumlah kegiatan hingga Minggu (5/4/2015) dikampung halaman, Solo.

Ada beberapa agenda Jokowi selama di kampung halaman. Tapi agenda yang menarik adalah, Jokowi membagi-bagikan uang Rp.100.000 (seratus ribu) kepada warga Solo dalam amplop.

“Syukur dapat amplop, isinya seratus (ribu), mas,” kata Warti, salah seorang warga, dilansir Kompas.

Seberapa banyakkah uang Rp.100.000 itu? Jangankan untuk uang muka pembelian kendaraan mobil, untuk uang muka beli sepeda motor saja tak cukup, bukan?

Ya, inilah yang terjadi, rakyat cuma di lenakan (baca: dijinakkan) uang Seratus Ribu saja, sedang Pejabat di manjakan uang hampir Seratus Juta. Itupun cuma untuk uang muka pembelian mobil. (Baca, Jokowi naikkan uang tunjangan kepada pejabat Pajak)

Darimana uang Rp.100.000 yang Jokowi bagikan kepada rakyat tentu tak penting dibahas. Karena yang perlu diketahui adalah uang ratusan juta kenaikan pembelian kendaraan pejabat sumbernya dari mana lagi kalau tidak dari keuntungan pemerintah jualan BBM? [sal]
 
 

Silahkan Berkomentar