Tak Puas Bikin Malu Jokower, Kini Jokowi Permalukan yang Bukan Pemilihnya

Posted on

Melihat ada banyak pendukung Jokowi yang kecewa kepada Jokowi menandakan bahwa mereka tak mau lama-lama menahan malu atas sikap dan beberapa kebijakan Jokowi yang ternyata memang memalukan.

Ada banyak janji Jokowi yang tidak di tepati sejatinya membuat malu para pendukung Jokowi. Ternyata Jokowi bukanlah presiden yang diharapkan. Terakhir adalah pengakuan penyesalan Iwan Piliang yang sempat menggemparkan ranah media sosial.

Lain lagi jika kita membaca kicauan akun twitter @partaisosmed yang kini malah banyak mengkritik Jokowi dan Jokower. Ya, akun @partaisosmed sedang memposisikan diri sebagai pendukung Jokowi yang “cerdas”, berbeda dengan Fadjroel Rachman yang apapun kebijakan Jokwowi terus dibelanya sekaligus cari “kambing hitam”. Jadi wajar pada era kekinian, @partaisosmed dan Fadjroel selalu berbeda pandangan dalam menilai sikap dan kebijakan Jokowi.

Terlepas dari para Jokower yang malu dan dipermalukan oleh Jokowi. Coba kita melihat mereka yang sejatinya bukanlah pemilih atau pendukung Jokowi yang juga kebagian ‘jatah’ malu.

Mengutip judul berita yang di tulis laman Piyungan : ‘Walau Tak Memilih Jokowi, Saya Ikut Menanggung Malu’ dimuat 8/4/2015. Adapun isi beritanya sebagai berikut.

Diantara banyak kesalahan Presiden Joko Widodo dalam kebijakan-kebijakan selama menjadi presiden, mungkin kasus PERPRES ‘Tidak baca, hanya tanda tangan’ adalah yang paling membuat malu bangsa Indonesia di mata dunia.

Joko: ‘I Don’t Read What I Sign’

Begitulah judul salah satu media berbahasa inggris yang sungguh membuat malu seluruh rakyat Indonesia. Menanggung malu presiden Indonesia seperti itu. Walau saya tak memilih Jokowi saat pilpres, tapi saya ikut menanggung malu.

I don’t read what I sign
I don’t think what I said
I don’t plan what I did
I don’t know everything
dan parahnya… I don’t think about that (#BukanUrusanSaya)

Entah karena lugu atau ngeles cari alasan setelah dikecam publik gegara menaikkan tunjungan untuk pejabat melalui PERPRES yang ditandatanganinya, Presiden Joko Widodo mengaku tidak mencermati satu per satu usulan peraturan yang harus ditandatanganinya, termasuk soal lolosnya anggaran kenaikan uang muka pembelian mobil untuk pejabat negara. Menurut dia, Kementerian Keuangan seharusnya bisa menyeleksi soal baik dan buruknya sebuah kebijakan.

“Tidak semua hal itu saya ketahui 100 persen. Artinya, hal-hal seperti itu harusnya di kementerian. Kementerian men-screening apakah itu akan berakibat baik atau tidak baik untuk negara ini,” ujar Jokowi saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (5/4/2015).

Jokowi menceritakan, setiap harinya dia harus menandatangani dokumen yang begitu banyak. Hal itu membuat Jokowi, sebagai orang nomor satu negeri ini, mengakui bahwa dirinya tidak selalu memeriksa semua dokumen itu.

“Apakah saya harus cek satu-satu? Berarti enggak usah ada administrator lain dong kalo presiden masih ngecekin satu-satu,” kata dia, demikian Piyungan mengabarkan.

Kalau sudah pendukung dan bukan pendukung pun di permalukan oleh Jokowi, maka label terbaru adalah: “Jokowi Presiden Yang Malu-Maluin” sangat tepat disematkan kepada suami Iriana itu.

Bagaimana dengan penilaian Anda? [sal]

 
 

Silahkan Berkomentar