Jokowi Sengaja Obok-obok KPK dan Sok Jadi Pahlawan

Posted on

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sengaja melemahkan KPK dengan penangkapan penyidik lembaga antirasuah itu Novel Baswedan.

“Jokowi sedang memainkan sandiwaranya. Ia sengaja obok-obok dan akhirnya jadi pahlawan. Itu sudah terbaca,” kata pengamat politik Ahmad Yazid kepada intelijen, Jumat (1/5).

Menurut Yazid, Jokowi itu dalam mengelola negara seperti bermain sinetron atau film di mana ia menjadi peran utama dan harus populer.

“Jokowi pemain watak. Makanya ia tidak mau ada juru bicara agar selalu muncul di media. Walaupun kemunculannya kadang-kadang bikin pusing rakyat,” jelas Yazid.

Kata Yazid, selama ini, Jokowi merasa yakin dalam mengelola negara itu dengan caranya sendiri.

“Lihat saja, ia memberikan pernyataan salah terkait utang IMF. Padahal salah. Jokowi cuek saja. Baginya yang terpenting populer dan masuk media,” pungkas Yazid.

Ini Dia Bukti Jokowi Restui Penangkapan Novel Baswedan 

Ada indikasi kuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui penangkapan aparat kepolisian menangkap penyidik KPK Novel Baswedan.

Demikian dikatakan Pengamat politik Renaissance Foundation, Amir Hamzah dalam keterangan kepada intelijen, Jumat (1/5).

Menurut Amir, tindakan anggota Bareskrim Mabes Polri dalam bertindak termasuk menangkap Novel Baswedan atas restu Jokowi bisa juga dilihat saat pemeriksaan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta.

“Tindakan Bareskrim ini dilakukan atas permintaan Jokowi karena anggota DPRD DKI Jakarta sesungguhnya punya banyak informasi dan data tentang tindak pidana korupsi yang dilakukan Jokowi selama dua tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta,” ungkapnya.

Amir mengatakan, publik juga sudah mengetahui bahwa Novel Baswedan adalah anggota polri yang menjadi penyidik KPK juga besar kemungkinan punya banyak info dan data tindak pidana korupsi yang dilakukan Jokowi pada masa lalu.

Karna itu bisa saja ada kesimpulan awal bahwa sekalipun jokowi sering lantang menyuarakan pemberantasan korupsi namun pada kenyataannya sikap itu sama saja dengan peribahasan ” telunjuk lurus kelingking berkait “. Karnanya jokowi akan memanfaatkan kekuasaannya utk melemahkan setiap orang dan institusi sepertt KPK yang punya bom waktu tentang indikasi tipikor dan KKN yg konon melibatkan Jokowi.

Sumber : Intelijen.co.id
 
 

Silahkan Berkomentar