Ilustrasi Facebook. foto: kentgundemi.net

Ilustrasi Facebook. foto: kentgundemi.net

Para penghuni sebuah kompleks apartemen di Salt Lake City ini ngamuk. Sebab, mereka ditekan untuk berteman dengan manajemen apartemen tersebut di sosial media Facebook.

Tak tanggung, pemaksaan itu berwujud pengumuman yang ditempel di depan pintu masing-masing. Sebagaimana dilansir UPI Selasa (31/6) yang dikutip Jawapos, isinya, seluruh penghuni harus berteman dengan akun resmi manajemen City Park Apartments dalam waktu lima hari setelah pengumuman dipasang.

Kalau tidak, mereka dianggap melanggar ketentuan yang tercantum dalam kesepakatan sewa. Buntutnya, penghuni bisa diusir. Dalam kontrak itu juga disebutkan, penghuni tidak boleh mem-posting segala hal yang negatif terkait kompleks apartemen tersebut.

Padahal, perjanjian sewa antara penghuni dan pengelola sudah diteken berbulan-bulan sebelum ada pengumuman itu. ”Saya tidak mau dipaksa berteman dengan seseorang dan diancam hanya karena itu. Benar-benar menggelikan,” kata Jason Ring kepada KSL-TV.

Zachary Myers, seorang pengacara yang mengkhususkan diri di bidang perjanjian sewa, menganggap tekanan yang dilakukan pengelola City Park Apartments itu bentuk diskriminasi.

”Masalah terbesar dari tekanan itu adalah diskriminasi yang ditimbulkan kepada kalangan sepuh dan penyandang difabel. Bisa jadi mereka tak punya akun Facebook atau tak bisa membuatnya,” tutur Myers.

Sebenarnya masih lebih beruntung mereka yang tidak punya akun Facebook. Yang memaksakan untuk berteman di Facebook itu jangan-jangan malah tidak punya teman di dunia nyata.