Ulasan Tuntas Tentang Manajemen Waktu Dalam Islam

Posted on

Informasi dan ilustrasi artikel mengatur waktu berdasarkan Islam yang penting diketahui

Islam menaruh perhatian tegas kepada waktu. Makanya manajemen waktu dalam Islam ilmu yang harus dipahami oleh umat Islam. Jangan sampai waktu yang merupakan nikmat dari Allah swt disia-siakan selama hidup didunia.

Ada banyak ayat Al Qur’an dan Sunah Nabi Muhammad saw tentang waktu. Hal itu merupakan penegasan bahwa umat Islam jangan anggap remeh dengan waktu. Seperti dalam dalam Al-Qur’anul Surat Al-Ashr (103): 1-3, Allah swt:

  1. Demi masa.
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
  3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Surat Al-Ashr salah satu Surat Al-Qur’an yang begitu pendek. Surat yang hanya 3 ayat saja. Meski begitu pendek, Surat tersebut memiliki kandungan yang begitu dalam. Singkatnya, seluruh perjalanan hidup manusia untung dan ruginya terangkum didalamnya.

Apa komentar Imam Syafii kepada surat Al-Ashr?

Dalam sebuah riwayat, Imam Syafi’i berkomentar, “Jikalau Al-Qur’an hanya memiliki Surat Al-Ashr, itu sudah cukup untuk menjadi pegangan bagi umat manusia.”

Sebagai nikmat tertinggi dari Allah swt, waktu harus di gunakan dengan sebaik-baiknya karena sifatnya yang tidak akan terulang lagi. Saking pentingnya waktu, Allah swt pun bersumpah demi waktu malam, demi waktu siang, demi waktu fajar, demi waktu dhuha, dan demi masa.

Ada 3 (tiga) manfaat yang didapatkan umat Islam jika pandai mengatur waktu dengan baik.

  1. Anda menjadi mantap dan semangat untuk menjalani hidup.
  2. Anda dapat hidup secara seimbang dan selaras.
  3. Anda dapat mencapai cita-cita atau tujuan hidup yang Anda kehendaki.

Selengkapnya baca: Manfaat Pandai Mengatur Waktu 

Mengutip dari laman blog kampus UGM, berikut beberapa kiat menyikapi waktu bagi umat Islam.

Untuk menuju pemahaman yang benar dalam menyikapi waktu menurut Islam, cakupannya ialah pada waktu yang telah berlalu (masa lalu), yang terjadi saat ini (masa sekarang) dan hari esok (masa depan). Ketiga jenis waktu harus disikapi dengan porsinya masing-masing.

Berikut ulasan tentang masa lalu, waktu sekarang dan masa depan. Silahkan disimak.

Wajib melihat masa lalu. Melihat ke masa lalu, dimaksudkan untuk mengambil pelajaran dengan segala peristiwa yang terjadi pada masa tersebut. Menerima nasihat dengan kejadian yang dialami umat saat itu dan sunnatullah terhadapa mereka, sebab masa lalu merupakan wadah peristiwa dan khazanah pelajaran.

Melihat masa depan. Melihat ke masa depan memang hal wajib, sebab manusia itu sesuai dengan fitrahnya senantiasa terikat ke masa depan. Ia tak akan dapat melupakannya atau menyembunyikannya di balik kedua telinganya. Sebagaimana manusia itu diberi rezeki ingatan yang menghubungkannya dengan masa lalu dan apa yang terjadi di dalamnya, maka ia pun diberi rezeki upaya menggambarkan masa depan dan apa yang akan diharapkan.

Memperhatikan masa kini. Seorang mukmin berkewajiban melihat ke masa lalu untuk mengambil pelajaran, mengambil manfaat, dan mawas diri. Di samping itu, juga perlu melihat masa depan untuk mempersiapkan perbekalan. Maka, ada kewajiban untuk memperhatikan masa kini, yaitu masa di mana secara nyata kita sedang menjalani dan menghayatinya, agar kita dapat menggunakannya sebelum lepas dan tersia-sia.

Setelah kita mengenal manfaat orang yang pandai mengatur waktu dan kiat untuk menyikapinya, muncul pertanyaan mendasar, yakni bagaimana manajemen waktu yang baik menurut Islam?

Sebelumnya, apa tujuan manusia mengatur waktu berdasarkan Islam? Tidak lain dan tidak bukan karena waktu yang kita habiskan selama didunia dapat kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah swt kelak.

Pepatah Arab,”Waktu ibarat pedang. Jika salah menggunakannya, maka ia (pedang) akan membunuh manusia.”

Tahapan pertama dalam menajemen waktu menurut Islam adalah:

  1. Kenali dan tentukan Misi Hidup

Apa misi hidup kita sebagai manusia. Tanpa ada misi hidup, tidak mungkin Allah swt ciptakan manusia. Dalam Al Qur’an sudah sangat jelas misi manusia yakni menyembah Allah swt.

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56).

Jika manusia benar mengenali misi hidupnya, maka ia tidak akan salah melangkah dalam mengatur waktu.

  1. Tentukan Peran Anda

Selain berperan sebagai hamba Allah swt. Ada peran di dunia manusia sebagai mahluk sosial. Misal seperti dosen, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan profesi lainnya.

Terkait dengan peran, biasanya manusia mempunyai banyak peran dalam kehidupan sosial. Seorang ayah, jika dirumah ia perannya sebagai ayah dari anak-anak dan suami dari istri.

Lain lagi dilingkungan dan dikantor tempat ia bekerja. Maka dari itu, peran-peran Anda sebagai manusia harus di spesifikasinya.

  1. Buatlah Visi Peran

Setelah mengenal peran dan mengklasifikasikannya, buatlah tujuan (visi) dari setiap peran-peran Anda. Jika Anda berperan sebagai ayah, apa visinya. Begitu juga peran sebagai suami, apa visinya.

Misal visi peran sebagai ayah, “Ingin jadi suami yang selalu membahagiakan istri”.

  1. Membuat rencana pekanan

Untuk mencapai visi peran yang sudah Anda klasifikasikan, maka Anda punya tanggung jawab untuk mencapainya.

Solusinya buatlah rencana pekanan dengan baik dan detail. Komitmen dalam menjalankannya tidak kalah penting. Jangan rencana tinggal rencana, tanpa ada realisasi konkrit.

  1. Membuat Rencana harian

Rencana pekanan yang sudah Anda atur, alangkah baiknya di terjemahkan dalam rencana harian. Karena dalam satu atau beberapa minggu berawal dari hitungan hari.

Jangan lupa untuk melakukan evaluasi dari apa yang sudah dikerjakan. Karena dalam Islam evaluasi sangatlah penting. Khalifah Umar bin Khattab r.a pernah berkata, “Hisablah dirimu sebelum dihisab oleh Allah swt.”

Demikian ulasan tentang manajemen waktu berdasarkan Islam. Semoga bermanfaat untuk dilaksanakan. Jika ada yang kurang jelas, silahkan berkomentar.

Referensi:
Al Qur'an
Blog UGM
Buku Breaking The Time, Satria Hadi

 
 

Silahkan Berkomentar