Mencuatnya kisah peserta pertandingan karate pada Magetan Cup, Auliya, di media sosial menarik simpati seorang dermawan. Azzam Mujahid Izzulhaq, pemilik Yayasan As-Salam di Timika Papua, berencana memberi hadiah umrah kepada siswa asal Ngawi tersebut.

Dalam pandangan Azzam, Auliya dinilai sebagai Muslimah yang istiqomah mempertahankan jilbab. Di tengah banyaknya polemik soal jilbab, Auliya dianggap konsisten pada pilihannya. “Ya Insya Allah benar adanya (hadiah umrah), saya sendiri akan bersilaturahim kepada guru dan orang tua ananda Auliya sembari menyampaikan sedikit penghargaan tersebut,” kata Azzam saat dihubungi Republika, Selasa (27/12).

Pria yang juga mengelola sekolah gratis Permata Papua di Timika itu akan segera menyambangi guru dan keluarga Auliya. Rencananya, ia akan bersilaturahmi pada akhir bulan ini atau awal Januari 2017. Azzam mengaku, sudah berkomunikasi dengan orang tua Auliya serta pihak sekolah. “Mereka menyambut baik,” jelasnya.

Akhir pekan lalu di dunia maya santer berembus kabar adanya seorang anak yang dilarang berjilbab ketika menjadi peserta pertandingan karate. Dalam Magetan Cup yang diselenggarakan pada Jumat (23/12), seorang peserta bernama Auliya batal bertanding lantaran tak mau melepas jilbabnya.

Republika