Presiden Jokowi terus menyoroti perkembangan di media sosial. Dan kali ini Jokowi ingin menertibkan ranah netizen berekpresi tersebut dengan dalih penertiban. Alasan Jokowi, di media sosial banyak ditemukan dan bertebarannya fitnah. Jadi akun-akun ‘pemfitnah’ ingin di tertibkan.

Diketahui, beberapa waktu yang lalu, Luhut Binsar Pandjaitan pernah menyampaikan hal yang serupa sewaktu menjabat Menkopulhukam.

Intinya, usai lebih dari dua tahun menjadi orang nomor satu di negeri ini, Presiden Jokowi mulai merasakan “ketidakharmonisan” dengan dunia maya ini. Padahal internet dan media sosial ikut berperan membawa keberhasilan bagi Jokowi dari Wali Kota Solo menjadi Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya sukses menjadi presiden.

Merespon keinginan Jokowi tersebut, beberapa netizen pun angkat bicara. Salah satunya pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL), salah satunya Ulil.

Ulil menilai Jokowi tidak mengerti bahwa penebar fitnah di media sosial bukanlah mereka yang anti kepada pemerintahannya, namun justru para pendukung Jokowi-lah yang kerpa menebarkan permusuhan di ranah media sosial. Ia menyampaikan kritiknya di media twitter.

“Jokowi ndak ngerti, pendukung2 dia jg sangat “sadis” di medsos. Permusuhannya terhadap SBY mengerikan,” sindir akun @ulil coba menyadarkan Jokowi.

Politisi Demokrat ini pun mengingatkan Jokowi tentang pnedukung Jokowi yang eksis di dunia maya dan melakukan berbagai cara.

“Berkali2 Jokowi ngeluh soal prilaku netizen di medsos. Seolah2 prilaku netizen yg menyedihkan itu bukan pendukung fanatik dia,” lanjut Ulil.

Tak lupa pula Ulil menyatakan bahwa Jokowi jadi presiden besar dibantu oleh media sosial.
“Jokowi ini kan presiden yg dilambungkam namanya oleh medsos. Dia punya “cyber army” yg sistematis dan “well funded,” @ulil coba ingatkan Jokowi.

Makanya, Ulil merasa heran kenapa Jokowi saat ini malah mengeluh dengan eksistensi media sosial.

“Skg Jokowi ngeluh soal medsos. Padahal sumber masalahnya, antara lain, dari “cyber army” dia yg sadis di medsos. Apakah Jokowi tahu ini?,” pungkas @ulil dan merasa khawatir dengan sikap Jokowi itu.