Seperti tak pernah bosan, Australia lagi-lagi membuat ulah yang menyayat hati bangsa Indonesia. Akibatnya, hubungan Indonesia-Australia membuka kembali luka lama yang telah sembuh.

Diketahui, baru-baru ini, TNI memutuskan hubungan kerja sama pertahanan dengan angkatan bersenjata Australia lantaran tersulut persoalan yang dinilai melecehkan ideologi bangsa Indonesia.

Australia melecehkan Pancasila dengan memplesetkan jadi Pancagila. Ditambah lagi, doktrin yang diajarkan kepada siswa sekolah militer di Australia yang bisa mengancam keutuhan NKRI. Militer Australia menanamkan doktrin ‘Papua harus merdeka’.

Rentetan peristiwa yang membuat hubungan panas Indonesia-Australia sebelumnya juga pernah terjadi. Mulai dari penyadapan hingga ikut campur urusan dalam negeri Indonesia.

Tentu saja, peristiwa-peristiwa tersebut menjadi catatan hitam bagi hubungan baik kedua negara yang selama ini terjalin.

Dan bukan tidak mungkin peristiwa-peristiwa berikutnya akan terjadi di kemudian hari, bahkan, bisa jadi akan melibatkan gesekan kekuatan militer.

Nah, untuk melihat kekuatan pasukan kedua negara, dikutip dari laman merahputih.com sejumlah pasukan elite Indonesia yang bakal diterjunkan jika konflik Indonesia-Australia semakin memburuk.

1. Bravo-90
Pasukan elit ini dibentuk secara terbatas dilingkungan korps pasukan khas TNI AU pada tahun 1990. Pasukan ini mampu bergerak disegala medan dengan spesialisasi duel udara. Estimasi kekuatan pasukan ini disebut-sebut setara dengan lima orang prajurit TNI biasa atau 1:5.

2. Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
Pasukan ini adalah bagian dari komando utama tempur yang dimiliki TNI AD. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat disetiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian dan anti teror. Pasukan yang digadang-gadang sebagai salah satu yang terbaik di dunia ini sangat berpengalaman di medan tempur sehingga kekuatannya pun setara dengan delapan orang TNI atau 1:8.

3. Komando Pasukan Katak (Kopaska)
Pasukan yang dibentuk oleh Presiden Soekarno ini memiliki tugas utama menyerbu pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyerbuan pantai dan operasi pendaratan amfibi. Latihan yang cukup berat membuat pasukan khas AL ini memiliki ketangguhan setara dengan 24 orang TNI atau 1:24.

4. Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib)
Satuan elit dalam korps marinir ini awalnya dikenal dengan sebutan Kipam (Komando Intai Para Amfibi) salah satu bentuk latihan kesatuan ini adalah berenang menyeberangi selat Madura dengan tangan dan kaki terikat. Dari satuan ini dipilih lagi prajurit terbaik untuk masuk dalam Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Kehebatan Yontaifib disebut-sebut setara dengan 1:24.

5.Detasemen Jala Mangkara (Denjaka)
Detasemen ini merupakan gabungan dari Kopaska dan Yontaifib. Sedikit sekali informasi yang dapat diakses terkait pasukan rahasia ini. Namun, diketahui pasukan ini menjalani pendidikan selama 9 bulan.

Pasukan ini beroperasi khusus di wilayah kelautan, namun pasukan ini bisa diterjunkan dimana saja, termasuk operasi darat. Kemampuannya disetarakan 1:120.
Dari sedikit inforamasi di atas, dapat dipastikan tertara negara lain bakal merinding jika berhadapan dengan pasukan khusus yang dimiliki negara ini.