Setya Novanto sedang bicara memakai mic. foto: google

Setya Novanto Pernah Berjanji Akan Beri Rp 1 M Jika Bisa Buktikan Dirinya Terlibat Korupsi e-KTP

Posted on

Ketua Umum Partai Gollkar yang juga Ketua DPR RI Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pengadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) oleh KPK.

“KPK tetapkan saudara SN (Setya Novanto), anggota DPR RI sebagai tersangka karena diduga dengan menguntungkan diri sendiri atau korporasi. Sehingga diduga merugikan negara sekurangnya Rp 2,3 triliun,” jelas Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta (Senin, 17/7), dilansir rmol.co.

Novanto pekan lalu menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait korupsi e-KTP. Dia diduga kuat berperan dalam proses penganggaran atau pengadaan barang dan jasa dalam proyek di Kementerian Dalam negeri tersebut saat duduk di Komisi II DPR.

Ketua umum Partai Golkar tersebut juga diduga telah mengkondisikan pemenang tender proyek e-KTP.

Agus menambahkan, Novanto dijerat pasal 3 atau pasal 2 ayat 1 UU Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dulu, Setya Novanto pernah berjanji memberikan Rp 1 miliar jika bisa membuktikan dirinya berteman dekat dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong, tersangka kasus e-KTP.

Pernyataan tersebut, disampaikannya sehari sebelum sidang perdana kasus e-KTP digelar, Setya membantah berperan dalam megakorupsi e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu.

Peran Setya Novanto itu terkuak setelah dokumen dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri tersebar luas. “Setelah membaca dakwaan, saya pikir lebih baik ke Tempo saja,” ujarnya, lalu tertawa, demikian dilansir Tempo.

Akankah Novanto menepati janjinya? Biarlah sang waktu yang akan menjawab.

Silahkan Berkomentar